Jakarta, 4 Mei 2026 – Pemerintah melalui Kementerian Agama dijadwalkan akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal bulan Zulhijah sekaligus menentukan Hari Raya Idul Adha 2026. Sidang ini menjadi acuan resmi bagi umat Islam di Indonesia dalam menentukan waktu pelaksanaan ibadah kurban.
Sidang isbat biasanya dilakukan menjelang akhir bulan Zulkaidah dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk ahli astronomi, perwakilan ormas Islam, serta instansi terkait. Proses penentuan dilakukan melalui metode rukyatul hilal dan hisab.
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, Idul Adha 2026 diperkirakan jatuh pada pertengahan tahun, meskipun tanggal pastinya masih menunggu hasil sidang isbat. Perbedaan metode penentuan awal bulan sering kali menjadi faktor yang memengaruhi penetapan hari raya.
Selain penetapan hari raya, masyarakat juga menantikan kepastian jadwal libur nasional dan cuti bersama. Pemerintah biasanya akan mengumumkan jadwal tersebut setelah tanggal resmi Idul Adha ditetapkan.
Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar keagamaan yang identik dengan pelaksanaan ibadah kurban. Momentum ini juga dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi terkait hasil sidang isbat. Informasi yang akurat penting untuk menghindari kebingungan dalam penentuan waktu ibadah.
Di sisi lain, persiapan menjelang Idul Adha mulai dilakukan, termasuk penyediaan hewan kurban serta kesiapan tempat pelaksanaan ibadah.
Pengamat menyebut bahwa sidang isbat memiliki peran penting dalam menjaga keseragaman pelaksanaan ibadah di Indonesia. Keputusan yang dihasilkan diharapkan dapat diterima oleh seluruh pihak.
Selain itu, koordinasi antara pemerintah dan berbagai organisasi keagamaan menjadi faktor penting dalam menjaga keharmonisan dalam penentuan hari besar keagamaan.
Dengan menunggu hasil sidang isbat, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menyambut Idul Adha 2026 serta memanfaatkan waktu libur dengan bijak.