Bangkok, 23 Agustus 2026 – Timnas Vietnam semakin dekat dengan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand dengan skor 2-0 pada leg pertama final di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu, 22 Agustus 2026. Kemenangan tersebut menjadi modal sangat berharga bagi Vietnam karena mereka berhasil mencetak dua gol di kandang Thailand tanpa kebobolan. Nguyen Hai Long membuka keunggulan Vietnam pada menit ke-62, sebelum Nguyen Quang Hai menggandakan skor tujuh menit kemudian. Hasil tersebut membuat Vietnam hanya membutuhkan hasil imbang pada leg kedua untuk memastikan gelar juara, sementara Thailand harus mengejar defisit dua gol dalam pertandingan penentuan.
Pertandingan berlangsung dengan tekanan tinggi sejak awal karena kedua negara merupakan rival utama di sepak bola Asia Tenggara. Thailand yang tampil di hadapan pendukung sendiri mencoba mengambil inisiatif serangan dan memberikan tekanan kepada pertahanan Vietnam. Sejumlah peluang berhasil diciptakan tuan rumah, termasuk tembakan Seksan Ratree yang membentur mistar pada menit ke-30. Vietnam lebih banyak mengandalkan pertahanan yang rapat serta serangan balik untuk menghadapi tekanan Thailand. Strategi tersebut membuat pertandingan tetap tanpa gol hingga babak pertama berakhir.
Vietnam kemudian mulai menemukan celah setelah pertandingan memasuki babak kedua. Pada menit ke-62, Nguyen Hai Long berhasil memecah kebuntuan setelah menerima umpan dari Dinh Bac dan melepaskan tembakan yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang Thailand. Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan karena Thailand harus bermain lebih terbuka untuk mengejar ketertinggalan. Situasi itu justru memberikan ruang bagi Vietnam untuk melakukan serangan balik dengan lebih leluasa. Hanya berselang tujuh menit, Vietnam kembali mencetak gol melalui Quang Hai yang menyelesaikan peluang dengan tembakan voli untuk membawa tim tamu unggul 2-0.
Setelah tertinggal dua gol, Thailand berusaha meningkatkan tekanan untuk memperkecil jarak. Para pemain tuan rumah beberapa kali mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol, tetapi pertahanan Vietnam mampu bertahan dengan disiplin. Penjaga gawang Patrik Le Giang juga tampil penting dengan melakukan sejumlah penyelamatan pada fase akhir pertandingan. Thailand bahkan memperoleh peluang pada masa tambahan waktu, tetapi upaya mereka masih belum menghasilkan gol. Vietnam akhirnya mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dan membawa pulang kemenangan penting dari Bangkok.
Kemenangan tersebut membuat Vietnam memiliki keuntungan besar menjelang leg kedua yang akan berlangsung pada 26 Agustus 2026. Dengan keunggulan agregat 2-0, Vietnam dapat mengatur strategi dengan lebih fleksibel karena tidak lagi harus mengejar kemenangan pada pertandingan berikutnya. Thailand sebaliknya membutuhkan setidaknya dua gol untuk menyamakan agregat dan harus mencetak lebih banyak apabila Vietnam berhasil mencetak gol. Kondisi tersebut membuat pertandingan leg kedua diperkirakan akan kembali berlangsung ketat karena Thailand harus mengambil risiko lebih besar dalam menyerang. Vietnam dapat memanfaatkan situasi tersebut dengan mempertahankan organisasi pertahanan sekaligus mencari kesempatan melalui serangan balik.
Bagi Vietnam, hasil tersebut juga memperkuat status mereka sebagai juara bertahan ASEAN Championship. Pada edisi sebelumnya, Vietnam berhasil mengalahkan Thailand di final 2024 dengan agregat 5-3 dan merebut gelar ketiganya. Kini, dua tahun setelah keberhasilan tersebut, Vietnam kembali menghadapi Thailand di partai puncak dan memiliki peluang besar untuk mempertahankan trofi. Pelatih Kim Sang-sik juga telah mencatat sejarah dengan membawa Vietnam ke final dalam dua edisi berturut-turut, sebuah pencapaian yang sebelumnya belum dilakukan secara beruntun oleh pelatih Park Hang-seo.
Dari sisi permainan, Vietnam menunjukkan efektivitas meski tidak mendominasi penguasaan bola. Thailand lebih aktif memberikan tekanan, tetapi Vietnam mampu memanfaatkan peluang yang mereka dapatkan untuk menghasilkan dua gol penting. Ketangguhan lini pertahanan dan penampilan Patrik Le Giang menjadi salah satu faktor yang membuat Thailand gagal mencetak gol di hadapan pendukungnya sendiri. Situasi tersebut menunjukkan bahwa Vietnam mampu menggabungkan permainan bertahan dengan serangan yang efektif ketika memperoleh ruang. Keunggulan dua gol juga memberikan keuntungan psikologis bagi Vietnam menjelang pertandingan penentuan di leg kedua.
Pertandingan leg kedua akan menjadi penentu siapa yang berhak mengangkat trofi ASEAN Hyundai Cup 2026. Vietnam akan berusaha mempertahankan keunggulan agregat, sedangkan Thailand harus tampil agresif sejak awal untuk membalikkan keadaan. Format final yang menggunakan dua pertandingan membuat hasil 2-0 di Bangkok belum sepenuhnya menutup peluang Thailand, tetapi Vietnam jelas berada dalam posisi yang jauh lebih menguntungkan. Thailand harus mampu mencetak gol tanpa memberikan ruang kepada Vietnam untuk mendapatkan gol tandang secara permainan, sementara Vietnam hanya perlu menjaga konsentrasi selama 90 menit berikutnya. Pertandingan kedua dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus sebagai laga terakhir turnamen.
Dengan kemenangan 2-0 di Bangkok, Vietnam kini hanya berjarak satu pertandingan dari upaya mempertahankan gelar ASEAN Championship. Gol Nguyen Hai Long dan Quang Hai membuat Vietnam pulang dengan modal penting sekaligus menambah tekanan kepada Thailand menjelang leg kedua. Namun, tim asuhan Kim Sang-sik tetap harus menjaga fokus karena sepak bola dua leg dapat berubah dalam waktu singkat apabila lawan mampu mencetak gol lebih dahulu. Thailand masih memiliki kesempatan membalikkan keadaan, tetapi mereka membutuhkan performa jauh lebih agresif dan efektif dibandingkan pertandingan pertama. Leg kedua pada 26 Agustus akan menentukan apakah Vietnam benar-benar kembali menjadi juara atau Thailand mampu melakukan kebangkitan dramatis di partai final.