Jakarta, 17 September 2026 – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan keprihatinan mendalam menyusul laporan mengenai sebuah drone yang dicegat di dekat Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi. Anwar menegaskan keselamatan penduduk, jemaah, serta kesucian kota yang menjadi tempat paling suci bagi umat Islam tersebut tidak boleh berada dalam ancaman. Pernyataan itu disampaikan setelah otoritas Arab Saudi melaporkan pertahanan udaranya mencegat sebuah pesawat nirawak di sebelah selatan Makkah pada Selasa, 15 September 2026. Pemerintah Saudi menyatakan drone tersebut dihancurkan sebelum memasuki wilayah udara terlarang di atas kota suci. Arab Saudi menuding kelompok Houthi di Yaman sebagai pihak yang meluncurkan drone tersebut. Namun, Houthi membantah telah menargetkan Makkah sehingga klaim mengenai pihak yang bertanggung jawab menjadi bagian yang diperselisihkan.
Anwar mengatakan Malaysia memandang serius setiap tindakan yang berpotensi membahayakan tempat-tempat suci. Menurutnya, upaya yang mengancam keamanan dan kesucian Makkah sama sekali tidak dapat diterima. Malaysia juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Arab Saudi dalam melindungi masyarakat dan jemaah yang berada di kota tersebut. Pernyataan Anwar tidak hanya berfokus pada insiden drone, tetapi juga menyoroti risiko meningkatnya ketegangan regional. Ia menyerukan agar serangan terhadap kawasan sipil segera dihentikan. Semua pihak terkait juga diminta menghindari tindakan yang dapat membahayakan tempat suci.
Anwar kemudian mendorong pihak-pihak yang terlibat untuk menunjukkan pengendalian diri. Dialog dan penyelesaian damai dinilai perlu segera dikedepankan agar situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Sikap tersebut muncul ketika kawasan Timur Tengah kembali menghadapi peningkatan ketegangan yang melibatkan Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman. Serangkaian serangan dan operasi militer dalam beberapa waktu terakhir telah meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan kawasan. Insiden di dekat Makkah menjadi sangat sensitif karena kota tersebut mempunyai kedudukan khusus bagi umat Islam di seluruh dunia. Keselamatan Makkah dan para jemaah karena itu mendapatkan perhatian dari sejumlah negara mayoritas Muslim.
Menurut keterangan koalisi pimpinan Arab Saudi, drone dicegat sekitar pukul 18.50 waktu setempat pada 15 September. Juru bicara koalisi Mayor Jenderal Turki Al-Malki mengatakan pesawat nirawak tersebut dihancurkan sebelum berhasil memasuki wilayah udara terlarang Makkah. Puing-puingnya dilaporkan jatuh di sebelah selatan kota. Tidak dilaporkan adanya korban akibat insiden tersebut. Otoritas Saudi kemudian meningkatkan perhatian terhadap keamanan di sekitar kawasan suci. Al-Malki menegaskan keamanan Dua Masjid Suci dan keselamatan jemaah merupakan batas yang tidak dapat ditoleransi apabila mendapat ancaman.
Arab Saudi menyebut drone tersebut diluncurkan oleh Houthi yang berbasis di Yaman. Tuduhan itu muncul di tengah meningkatnya kembali konflik antara kedua pihak. Namun, Houthi membantah tuduhan bahwa mereka berusaha menyerang Makkah maupun tempat suci Islam lainnya. Kelompok tersebut memang mengklaim sejumlah serangan lain terhadap sasaran di wilayah Arab Saudi, tetapi membantah Makkah merupakan target dalam insiden terbaru. Dengan adanya dua keterangan yang bertentangan tersebut, klaim mengenai sasaran dan pihak yang meluncurkan drone perlu ditempatkan sebagai tuduhan dari pihak Saudi yang dibantah Houthi. Belum tersedia verifikasi independen yang secara definitif menyelesaikan perbedaan klaim tersebut.
Pemerintah Saudi memandang insiden tersebut sebagai ancaman serius karena drone berada dekat dengan wilayah udara kota suci. Makkah setiap hari menerima jemaah dari berbagai negara yang menjalankan ibadah di Masjidil Haram dan melaksanakan umrah. Gangguan keamanan di kawasan tersebut karena itu berpotensi mempunyai dampak yang melampaui persoalan hubungan Arab Saudi dan Yaman. Bahkan tanpa menimbulkan korban, keberadaan pesawat nirawak di dekat wilayah terlarang dapat meningkatkan kekhawatiran mengenai keselamatan jemaah. Pemerintah Saudi menegaskan akan mengambil langkah yang dianggap diperlukan untuk menjaga wilayah tersebut. Keamanan kawasan Dua Masjid Suci ditempatkan sebagai salah satu prioritas utama.
Pernyataan Anwar mencerminkan kekhawatiran Malaysia terhadap kemungkinan konflik meluas hingga mengancam kawasan yang mempunyai nilai keagamaan tinggi. Malaysia meminta seluruh pihak menghindari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan. Pemerintah Malaysia juga menekankan perlunya penghentian serangan terhadap sasaran sipil. Bagi Kuala Lumpur, perlindungan terhadap tempat suci tidak seharusnya menjadi bagian dari pertarungan militer pihak mana pun. Anwar mendorong penyelesaian melalui komunikasi dan dialog sesegera mungkin. Ia menilai pengendalian diri diperlukan untuk mencegah perkembangan yang dapat membawa konsekuensi lebih luas terhadap stabilitas kawasan.
Insiden tersebut juga memicu reaksi dari negara-negara Muslim lainnya. Sejumlah pemerintah menyampaikan kecaman terhadap tindakan yang berpotensi mengancam Makkah dan menyatakan dukungan terhadap perlindungan tempat-tempat suci. Organisasi Kerja Sama Islam turut menanggapi perkembangan tersebut dengan menekankan pentingnya keamanan Makkah dan Madinah. Pakistan, Bangladesh, Turki, dan sejumlah negara lain juga menyampaikan sikap mengenai insiden tersebut. Respons tersebut menunjukkan besarnya sensitivitas apabila konflik bersenjata mendekati kawasan suci. Perkembangan keamanan di Makkah tidak hanya dipandang sebagai urusan domestik Arab Saudi, tetapi juga mendapat perhatian luas dari dunia Islam.
Ketegangan terbaru berlangsung di tengah memburuknya hubungan antara Arab Saudi dan Houthi. Konflik di Yaman telah berlangsung bertahun-tahun dan melibatkan berbagai kepentingan regional. Dalam perkembangan terbaru, serangan menggunakan drone dan rudal kembali menjadi salah satu ancaman yang dihadapi Arab Saudi. Infrastruktur energi dan sejumlah fasilitas lainnya turut berada dalam tekanan akibat eskalasi tersebut. Arab Saudi pada saat yang sama melakukan operasi militer terhadap sasaran Houthi di Yaman. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa aksi dan serangan balasan dapat semakin memperluas konflik apabila tidak ada upaya deeskalasi.
Drone menjadi salah satu instrumen yang semakin sering digunakan dalam konflik modern karena dapat menjangkau sasaran dari jarak jauh. Kemampuan tersebut juga menempatkan sistem pertahanan udara dalam posisi penting untuk melindungi kota dan fasilitas strategis. Dalam insiden terbaru, Arab Saudi menyatakan sistem pertahanan berhasil mendeteksi dan menghancurkan drone sebelum memasuki wilayah udara Makkah. Keberhasilan intersepsi mencegah pesawat nirawak tersebut mencapai kawasan yang lebih dekat dengan pusat kota. Meski demikian, keberadaannya di selatan Makkah tetap memicu perhatian karena menunjukkan ancaman dapat mendekati kawasan sensitif. Pemerintah Saudi kemudian menegaskan akan mempertahankan tingkat kesiagaan untuk menghadapi kemungkinan ancaman berikutnya.
Anwar tidak mendorong tindakan militer sebagai respons terhadap insiden tersebut. Sebaliknya, ia menempatkan pengendalian diri dan dialog sebagai bagian utama dari pernyataan Malaysia. Pendekatan tersebut ditujukan untuk mencegah rangkaian serangan dan serangan balasan berkembang lebih jauh. Anwar meminta pihak terkait mencari penyelesaian damai tanpa penundaan. Seruan tersebut juga mencakup penghentian tindakan yang dapat membahayakan kawasan sipil maupun tempat-tempat suci. Malaysia pada saat yang sama menyatakan dukungan terhadap upaya Arab Saudi menjaga keamanan penduduk dan jemaah.
Perlindungan terhadap jemaah menjadi salah satu aspek penting karena Makkah terus menerima kedatangan umat Islam dari berbagai negara. Keamanan kota mempunyai pengaruh langsung terhadap kegiatan ibadah dan perjalanan internasional menuju Arab Saudi. Ancaman bersenjata di sekitar wilayah tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran meskipun berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran. Oleh sebab itu, insiden drone mendapatkan respons yang lebih luas dibandingkan apabila terjadi di wilayah yang tidak mempunyai kedudukan keagamaan serupa. Sejumlah negara menegaskan tempat suci harus dilindungi dari dampak konflik regional. Mereka juga menyerukan agar pihak yang bertikai tidak membawa eskalasi menuju kawasan yang dipenuhi penduduk dan jemaah.
Perbedaan keterangan Arab Saudi dan Houthi tetap menjadi bagian penting dalam memahami peristiwa tersebut. Riyadh menyatakan drone berasal dari Houthi dan diarahkan menuju Makkah, sedangkan Houthi menolak tuduhan bahwa kota suci tersebut menjadi sasaran mereka. Houthi juga menyebut tuduhan mengenai upaya menyerang Makkah tidak benar. Karena klaim tersebut datang dari pihak-pihak yang sedang terlibat konflik, informasi mengenai sasaran sebenarnya membutuhkan verifikasi independen. Fakta yang dikonfirmasi oleh otoritas Saudi adalah sebuah drone berhasil dicegat di sebelah selatan Makkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang. Perselisihan utamanya berada pada atribusi dan tujuan penerbangan drone tersebut.
Bagi Malaysia, perbedaan klaim tersebut tidak mengubah penekanan utama mengenai perlindungan Makkah. Anwar menyatakan keselamatan dan kesucian kota harus tetap terjaga serta tidak boleh terancam oleh perkembangan konflik regional. Pemerintah Malaysia mengapresiasi tindakan cepat Arab Saudi sekaligus menyerukan penghentian serangan terhadap kawasan sipil. Semua pihak diminta menahan diri dan menggunakan jalur dialog untuk menyelesaikan ketegangan. Sikap tersebut menempatkan perlindungan warga, jemaah, dan tempat suci sebagai prioritas di tengah konflik yang sedang berlangsung. Insiden drone di selatan Makkah pun menjadi peringatan baru mengenai risiko eskalasi apabila permusuhan antara pihak-pihak di kawasan terus berkembang.