Jakarta, 15 September 2026 – BYD semakin serius memperluas jangkauannya ke segmen kendaraan ultra-mewah melalui merek flagship Yangwang. Dua prototipe baru berupa sedan berukuran besar dan SUV mewah tertangkap kamera sedang menjalani pengujian di China. Keduanya disebut diposisikan untuk bermain di kelas yang selama ini identik dengan Rolls-Royce Phantom dan Cullinan. Sedan baru Yangwang terlihat mempunyai dimensi besar dengan jarak sumbu roda panjang, sedangkan SUV-nya membawa karakter berbeda dari Yangwang U8 yang lebih berorientasi pada kemampuan off-road. Meski spesifikasi lengkap belum diumumkan, sejumlah teknologi canggih BYD diperkirakan akan digunakan pada kedua kendaraan tersebut. Kemunculan prototipe ini memperlihatkan ambisi BYD membawa Yangwang semakin jauh ke pasar kendaraan dengan tingkat kemewahan tertinggi.
Sedan misterius Yangwang menjadi salah satu yang paling menarik perhatian karena mempunyai proporsi yang mengingatkan pada sedan flagship seperti Rolls-Royce Phantom. Kendaraan tersebut terlihat mempunyai bodi panjang dengan kabin yang dirancang memberikan ruang besar kepada penumpang belakang. Salah satu ciri paling mencolok adalah penggunaan coach doors atau pintu belakang yang membuka berlawanan arah dengan pintu depan. Konfigurasi seperti ini selama bertahun-tahun menjadi salah satu karakter yang sangat dikenal pada kendaraan ultra-mewah. Prototipe juga menggunakan desain roda berukuran besar yang memberikan kesan formal dan elegan. BYD tampaknya ingin membuat kendaraan yang tidak hanya mengandalkan teknologi elektrifikasi, tetapi juga menawarkan pengalaman kemewahan yang berbeda dari produk massalnya.
Struktur sedan tersebut juga menjadi perhatian karena muncul dugaan BYD sedang mengembangkan desain tanpa pilar tengah konvensional. Konsep tersebut dapat menghasilkan bukaan pintu yang sangat lebar sehingga akses menuju kabin belakang menjadi lebih mudah. Namun, menghilangkan pilar tengah menghadirkan tantangan besar terhadap kekakuan struktur kendaraan. BYD berpotensi mengandalkan konstruksi baterai yang ikut menanggung beban serta penguatan pada bagian bodi untuk mempertahankan rigiditas. Atap prototipe terlihat menggunakan konstruksi solid dan bukan panel kaca panoramik besar yang umum ditemukan pada banyak kendaraan listrik China. Pilihan tersebut dapat berkaitan dengan kebutuhan mempertahankan kekuatan struktur sekaligus meningkatkan kenyamanan kabin.
Indikasi lain terlihat pada bagian belakang sedan yang menunjukkan kemungkinan penggunaan teknologi suspensi udara DiSus-A. Sistem suspensi menjadi komponen sangat penting apabila Yangwang benar-benar ingin masuk ke kelas ultra-mewah. Konsumen di segmen tersebut mengharapkan kenyamanan berkendara sangat tinggi dengan kemampuan suspensi meredam perubahan permukaan jalan secara halus. Teknologi suspensi aktif juga dapat digunakan untuk menjaga kestabilan bodi ketika kendaraan berakselerasi, mengerem, maupun melewati tikungan. BYD sebelumnya telah menunjukkan berbagai teknologi kontrol bodi melalui produk Yangwang yang sudah dipasarkan. Sedan baru tersebut berpotensi membawa pengembangan sistem itu ke arah yang lebih berorientasi pada kenyamanan.
Selain sedan, Yangwang diketahui sedang menguji SUV berukuran besar yang mempunyai pendekatan berbeda dibandingkan U8 dan U8L. Prototipe tersebut tertangkap menjalani pengujian suhu tinggi di Turpan, China, salah satu lokasi yang kerap digunakan untuk menguji ketahanan kendaraan dalam kondisi ekstrem. Secara proporsi, SUV baru ini mempunyai siluet panjang, tinggi, dan berkesan formal yang membuatnya dibandingkan dengan Rolls-Royce Cullinan. Posisi kendaraan terlihat lebih rendah dibandingkan U8 yang mempunyai karakter off-road kuat. Ban berprofil relatif tipis juga memberikan indikasi bahwa model tersebut lebih diarahkan untuk penggunaan jalan raya. Fokus utamanya kemungkinan berada pada kenyamanan, kemewahan, dan pengalaman berkendara premium.
Pada bagian atap SUV terlihat sebuah sensor LiDAR yang ditempatkan di atas kaca depan. Perangkat tersebut memberikan petunjuk bahwa kendaraan dapat memperoleh sistem bantuan pengemudi canggih milik BYD. Salah satu teknologi yang diperkirakan tersedia adalah DiPilot 600 yang juga dikenal sebagai bagian dari keluarga sistem God’s Eye. LiDAR dapat membantu kendaraan membaca lingkungan dengan tingkat detail tinggi bersama kamera, radar, dan berbagai sensor lainnya. Sistem tersebut dapat mendukung sejumlah fungsi bantuan berkendara, meskipun konfigurasi final pada model produksi belum diumumkan. BYD kemungkinan akan menjadikan teknologi sebagai salah satu pembeda utama ketika memasuki segmen yang selama ini sangat mengandalkan warisan merek dan craftsmanship.
Platform yang digunakan SUV tersebut juga belum dikonfirmasi. Yangwang U8 dan U8L menggunakan teknologi e⁴ dengan empat motor yang memungkinkan setiap roda mendapatkan kontrol secara individual. Teknologi itu memberikan kemampuan seperti tank turn yang membuat U8 terkenal secara global. Namun, SUV baru yang lebih berorientasi pada jalan raya mungkin tidak membutuhkan konfigurasi yang sepenuhnya sama. Salah satu kemungkinan adalah penggunaan arsitektur e³ yang dapat memberikan karakter berbeda sekaligus meningkatkan efisiensi dalam perjalanan berkecepatan tinggi. Keputusan mengenai platform akan sangat menentukan performa, efisiensi, dan karakter berkendara kendaraan tersebut.
Sistem penggerak kedua mobil baru juga masih menjadi salah satu misteri terbesar. Yangwang mempunyai pengalaman menggunakan konfigurasi elektrifikasi berbeda pada produknya sehingga versi plug-in hybrid maupun listrik murni sama-sama memungkinkan. Strategi menawarkan lebih dari satu jenis sistem penggerak juga dapat memperluas calon konsumennya. Kendaraan ultra-mewah biasanya digunakan untuk perjalanan dengan kebutuhan yang sangat beragam sehingga fleksibilitas jarak tempuh menjadi pertimbangan penting. Versi listrik murni dapat menawarkan pengalaman berkendara sangat senyap, sementara konfigurasi plug-in hybrid atau range-extender memberikan fleksibilitas perjalanan jarak jauh. Informasi final kemungkinan baru diketahui ketika kendaraan mendekati tahap produksi.
Langkah tersebut menunjukkan perkembangan strategi Yangwang setelah sebelumnya membangun citra melalui kendaraan dengan kemampuan ekstrem. Yangwang U8 menarik perhatian melalui kemampuan berputar di tempat dan fitur darurat untuk mengapung, sementara U9 menunjukkan kemampuan BYD dalam menghasilkan mobil berperforma sangat tinggi. Dua kendaraan baru tersebut tampaknya mengambil arah berbeda dengan menempatkan kenyamanan dan kemewahan sebagai prioritas lebih besar. BYD tidak hanya ingin membuktikan kemampuan teknologi melalui performa, tetapi juga memasuki wilayah yang selama puluhan tahun dikuasai merek Eropa. Jika terealisasi, sedan dan SUV tersebut akan menjadi produk halo baru di atas jajaran Yangwang yang sudah tersedia.
Yangwang sendiri ditempatkan sebagai merek tertinggi dalam portofolio otomotif BYD. Sejumlah produknya telah dipasarkan dengan harga lebih dari 1 juta yuan, menempatkannya jauh di atas mobil BYD untuk pasar massal. Penjualan Yangwang memang tidak dirancang sebesar lini kendaraan BYD lainnya karena karakter pasarnya sangat eksklusif. Pada Agustus 2026, pengiriman Yangwang di China tercatat sebanyak 442 unit. Volume yang relatif kecil tersebut tidak selalu menjadi persoalan untuk sebuah halo brand. Produk seperti ini juga mempunyai fungsi meningkatkan citra teknologi dan kemampuan rekayasa perusahaan secara keseluruhan.
Tantangan BYD akan jauh lebih besar ketika kendaraan tersebut benar-benar berhadapan dengan Rolls-Royce. Segmen ultra-mewah tidak hanya ditentukan tenaga besar, jumlah layar, atau teknologi bantuan berkendara. Konsumen juga mempertimbangkan kualitas material, personalisasi, kenyamanan, eksklusivitas, pelayanan, serta reputasi yang dibangun selama puluhan bahkan lebih dari seratus tahun. Rolls-Royce mempunyai kekuatan besar pada aspek tersebut melalui Phantom dan Cullinan. BYD perlu menciptakan identitas kemewahan sendiri daripada hanya menawarkan spesifikasi teknologi lebih tinggi. Yangwang menjadi sarana perusahaan untuk membuktikan apakah produsen China dapat membangun daya tarik serupa pada kelas paling eksklusif.
Harga kedua kendaraan sampai sekarang juga belum diumumkan. Melihat posisinya sebagai calon flagship Yangwang, keduanya berpotensi ditempatkan di atas sebagian besar produk perusahaan saat ini. Tingkat personalisasi juga dapat membuat harga setiap unit berbeda secara signifikan apabila BYD menerapkan pendekatan yang lazim digunakan pada kendaraan ultra-mewah. Kabin belakang kemungkinan menjadi salah satu area yang mendapatkan perhatian khusus dengan konfigurasi yang mengutamakan penumpang. Material premium, kursi individual, sistem hiburan, serta fitur kenyamanan dapat menjadi bagian penting. Namun, seluruh detail tersebut masih menunggu informasi resmi ketika kendaraan mendekati peluncuran.
Kemunculan sedan dan SUV baru Yangwang pada akhirnya menunjukkan bahwa BYD tidak puas hanya menjadi salah satu pemain terbesar di pasar kendaraan elektrifikasi. Perusahaan kini mencoba membangun produk yang dapat berdiri di level tertinggi industri otomotif global. Sedan berukuran besar dengan coach doors diproyeksikan menjadi alternatif di kelas Rolls-Royce Phantom, sementara SUV baru diarahkan menuju segmen yang ditempati Cullinan. Teknologi suspensi canggih, LiDAR, sistem bantuan berkendara, serta pilihan powertrain elektrifikasi berpotensi menjadi senjata utama Yangwang. Namun, nama resmi, harga, spesifikasi tenaga, dan jadwal peluncurannya belum dikonfirmasi. Jika dua model tersebut benar-benar masuk produksi, persaingan kendaraan ultra-mewah akan semakin menarik karena BYD mencoba menantang dominasi merek tradisional melalui kombinasi teknologi elektrifikasi dan kemewahan modern.