Jakarta, 19 Oktober 2026 – Kegiatan sosial dan edukasi yang diselenggarakan MNC Peduli di Rumah Baca Cahaya Ilmu mendapat sambutan antusias dari anak-anak yang mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan minat baca sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi generasi muda. Suasana kegiatan berlangsung hangat dengan keterlibatan anak-anak dalam aktivitas yang dirancang untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berinteraksi. Kehadiran MNC Peduli juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman baru di luar kegiatan belajar formal. Melalui program ini, budaya literasi diharapkan semakin berkembang dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari anak-anak.
Rumah Baca Cahaya Ilmu menjadi salah satu tempat yang berperan dalam menyediakan akses bacaan dan kegiatan edukatif bagi masyarakat. Keberadaan rumah baca memiliki arti penting, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan ruang belajar tambahan di luar lingkungan sekolah. Melalui kegiatan membaca bersama dan aktivitas kreatif, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan memahami informasi sekaligus memperluas pengetahuan. Lingkungan belajar yang menyenangkan juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri peserta ketika berinteraksi dengan teman sebaya. Dukungan berbagai pihak diperlukan agar fasilitas literasi masyarakat dapat terus menjalankan fungsinya secara berkelanjutan. Kegiatan yang melibatkan organisasi sosial menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk memperkuat peran tersebut.
Salah satu daya tarik kegiatan tersebut adalah kesempatan bagi anak-anak untuk mengikuti berbagai aktivitas sesuai minat masing-masing. Selain membaca buku, peserta diajak mewarnai gambar, menari, serta mendengarkan cerita melalui sesi storytelling. Kegiatan tersebut dirancang agar proses belajar tidak terasa monoton dan dapat dinikmati oleh anak-anak dengan beragam ketertarikan. Aktivitas seni memberikan ruang bagi peserta untuk mengekspresikan kreativitas, sedangkan kegiatan bercerita membantu mengembangkan imajinasi. Pendekatan pembelajaran yang interaktif juga mendorong anak-anak untuk lebih aktif berkomunikasi. Suasana tersebut membuat kegiatan literasi terasa lebih dekat dengan dunia anak-anak.
Dua peserta kegiatan, Atikah dan Aini, mengaku senang dapat mengikuti rangkaian aktivitas yang diselenggarakan MNC Peduli. Keduanya memiliki ketertarikan berbeda terhadap kegiatan yang tersedia di Rumah Baca Cahaya Ilmu. Salah seorang peserta menyukai aktivitas menari, sedangkan peserta lainnya menikmati kegiatan melukis dan mewarnai. Ketika ditanya mengenai aktivitas favorit, membaca buku juga menjadi salah satu pilihan yang disampaikan anak-anak. Perbedaan minat tersebut memperlihatkan pentingnya menghadirkan variasi kegiatan dalam program pendidikan nonformal. Dengan menyediakan berbagai pilihan aktivitas, penyelenggara dapat membantu anak-anak menemukan cara belajar yang paling menyenangkan bagi mereka.
Selain mengadakan kegiatan edukatif, MNC Peduli turut menyalurkan bantuan berupa sejumlah buku cerita kepada Rumah Baca Cahaya Ilmu. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkaya koleksi bacaan yang tersedia dan memberikan pilihan cerita baru bagi anak-anak. Ketersediaan buku yang beragam menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mempertahankan minat baca peserta. Anak-anak yang memiliki akses terhadap berbagai jenis cerita berkesempatan mengenal lebih banyak tokoh, pengalaman, dan pengetahuan. Buku cerita juga dapat digunakan sebagai sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai positif melalui pendekatan yang mudah dipahami. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan dan literasi di lingkungan masyarakat.
Pemilik TBM Rumah Baca Cahaya Ilmu, Yati Suryati, menyambut baik bantuan buku yang diberikan MNC Peduli. Menurutnya, tambahan bahan bacaan sangat bermanfaat untuk mendukung program literasi yang telah berjalan secara rutin. Salah satu kegiatan utama di rumah baca tersebut adalah program membaca buku selama 15 menit. Dalam pelaksanaannya, pengajar membacakan cerita kepada anak-anak, sementara peserta yang lebih senior juga mendapat kesempatan membacakan buku untuk adik kelasnya. Program tersebut membutuhkan koleksi bacaan yang terus diperbarui agar peserta tidak merasa bosan dengan cerita yang sama. Yati berharap tambahan buku dapat membantu menjaga semangat anak-anak untuk terus mengikuti kegiatan membaca.
Program membaca selama 15 menit menjadi salah satu cara untuk membangun kebiasaan literasi sejak usia dini. Melalui kegiatan yang dilakukan secara konsisten, anak-anak dapat belajar memahami isi cerita, mengenali kosakata baru, serta mengembangkan kemampuan menyampaikan kembali informasi. Keterlibatan peserta yang lebih senior sebagai pembaca cerita juga memberikan kesempatan untuk melatih keberanian dan rasa tanggung jawab. Sementara itu, anak-anak yang lebih muda dapat memperoleh pengalaman belajar melalui interaksi langsung dengan teman sebaya. Metode tersebut memungkinkan kegiatan membaca berlangsung secara lebih komunikatif dan tidak terbatas pada aktivitas membaca secara mandiri. Kehadiran buku-buku baru diharapkan semakin mendukung keberlanjutan program tersebut.
Kegiatan MNC Peduli di Rumah Baca Cahaya Ilmu memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara organisasi sosial dan pengelola taman baca masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak. Bantuan buku yang disertai aktivitas kreatif memberikan manfaat lebih luas karena anak-anak tidak hanya memperoleh bahan bacaan, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan. Antusiasme peserta menjadi gambaran bahwa kegiatan literasi dapat menarik perhatian apabila diselenggarakan melalui pendekatan yang sesuai dengan usia dan minat anak. Dukungan berkelanjutan terhadap fasilitas pendidikan masyarakat diharapkan mampu memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda. Melalui program tersebut, MNC Peduli berupaya mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca, kreativitas, serta kepercayaan diri anak-anak. Rumah Baca Cahaya Ilmu diharapkan terus menjadi ruang positif bagi masyarakat untuk mengembangkan budaya literasi sejak dini.