SAN ANTONIO, 17 Juni 2026 – Selama puluhan tahun, San Antonio Spurs dikenal sebagai salah satu waralaba paling sukses dan stabil dalam sejarah NBA. Namun, di balik reputasi gemilang tersebut, tim asal Texas itu juga memiliki sejumlah catatan kurang menyenangkan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang mereka di liga basket paling bergengsi dunia.
Spurs pernah mengalami periode sulit sebelum memasuki era keemasan pada akhir 1990-an. Pada dekade 1980-an hingga awal 1990-an, tim ini beberapa kali gagal bersaing secara konsisten di papan atas Wilayah Barat. Pergantian pemain dan pelatih membuat performa mereka naik turun, sehingga sulit membangun identitas permainan yang kuat seperti yang dikenal saat ini.
Momen paling berat datang pada musim 1996–1997 ketika Spurs hanya mencatatkan 20 kemenangan dari 82 pertandingan. Cedera yang dialami pemain-pemain kunci membuat tim kesulitan mempertahankan performa. Ironisnya, musim buruk tersebut justru menjadi titik balik sejarah klub karena memberikan kesempatan mendapatkan hak pilih draft yang kemudian menghadirkan Tim Duncan, sosok yang mengubah wajah organisasi selama dua dekade.
Setelah memasuki era Tim Duncan, Spurs menjelma menjadi simbol konsistensi di NBA. Di bawah arahan pelatih Gregg Popovich, mereka berhasil meraih lima gelar juara NBA dan hampir selalu menjadi kandidat kuat juara setiap musim. Namun, bahkan dominasi panjang tersebut tidak membuat Spurs kebal dari catatan negatif ketika menghadapi masa transisi generasi.
Sejak berakhirnya era Duncan dan sejumlah pemain veteran pensiun, Spurs kembali menghadapi tantangan besar. Beberapa musim terakhir menjadi masa pembangunan ulang skuad, termasuk mencatat rekor kekalahan yang cukup tinggi. Situasi ini berbeda jauh dengan citra Spurs sebagai tim yang selama bertahun-tahun identik dengan kemenangan dan stabilitas.
Meski demikian, sejarah menunjukkan bahwa Spurs memiliki kemampuan untuk bangkit dari masa sulit. Organisasi ini dikenal memiliki sistem pembinaan pemain yang kuat, budaya kerja yang disiplin, serta manajemen yang sabar dalam membangun tim jangka panjang. Pengalaman menghadapi berbagai fase sulit justru menjadi modal penting dalam membentuk identitas klub.
Kini, dengan hadirnya generasi baru dan harapan besar terhadap masa depan, San Antonio Spurs berupaya menulis babak baru dalam sejarah mereka. Catatan buruk di masa lalu mungkin menjadi pengingat bahwa tidak ada kejayaan yang berlangsung selamanya, tetapi juga membuktikan bahwa kebangkitan selalu mungkin terjadi bagi organisasi yang memiliki fondasi kuat dan visi jangka panjang.