Jakarta, 20 Mei 2026 – Mantan Kepala Satuan Narkoba Polres Kutai Barat, AKP Deky, tiba di kantor Bareskrim Polri dengan tangan diborgol untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus yang menjeratnya. Kedatangan mantan perwira polisi tersebut menjadi perhatian publik karena sebelumnya ia telah diberhentikan dari institusi kepolisian setelah diduga terlibat dalam perkara narkoba. Aparat kepolisian menegaskan proses hukum terhadap yang bersangkutan akan dilakukan secara transparan sesuai aturan yang berlaku.
Saat tiba di Bareskrim, AKP Deky terlihat dikawal ketat petugas dan langsung diarahkan menuju ruang pemeriksaan. Polisi hingga kini masih mendalami dugaan keterlibatan tersangka dalam jaringan atau aktivitas yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Meski detail lengkap perkara belum diungkap seluruhnya, kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan mantan pejabat penegak hukum yang sebelumnya bertugas menangani kejahatan narkoba di wilayahnya.
Kasus yang melibatkan aparat penegak hukum dalam perkara narkotika memang selalu mendapat perhatian besar masyarakat karena menyangkut integritas institusi kepolisian. Dalam beberapa tahun terakhir, Polri berulang kali menegaskan komitmennya untuk menindak tegas anggota yang terlibat pelanggaran hukum, termasuk kasus narkoba. Penindakan terhadap aparat internal dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus menunjukkan bahwa proses hukum berlaku bagi siapa pun tanpa pengecualian.
Para pengamat hukum menilai kasus seperti ini menjadi ujian serius bagi upaya pemberantasan narkoba di Indonesia. Selain menangani jaringan pengedar, aparat juga dituntut memastikan tidak ada oknum internal yang justru terlibat dalam praktik ilegal tersebut. Karena itu, transparansi proses hukum dan pengawasan internal dinilai sangat penting agar penanganan perkara tidak menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.
Kedatangan AKP Deky ke Bareskrim dengan tangan diborgol menjadi simbol bahwa proses hukum terhadap dugaan pelanggaran serius kini memasuki tahap lebih lanjut. Publik masih menunggu perkembangan penyidikan untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan tersangka dalam kasus tersebut. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pemberantasan narkoba, kasus ini kembali mengingatkan pentingnya integritas aparat penegak hukum dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.