Jakarta, 17 September 2026 – Tim nasional Malaysia memasang target tinggi menjelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026 dengan membidik tiket ke pertandingan final. Harimau Malaya akan menghadapi persaingan ketat karena tergabung di Grup A Divisi 1 bersama tuan rumah Indonesia, Singapura, dan Bangladesh. Presiden Asosiasi Sepak Bola Malaysia yang baru terpilih, Datuk Ab Ghani Hassan, menginginkan tim nasional negaranya mendapatkan hasil maksimal dalam turnamen perdana tersebut. Meski menargetkan final, ia menyadari hasil pertandingan sepak bola sulit diprediksi dan meminta ekspektasi tetap dijaga secara realistis. Malaysia akan ditangani Tan Cheng Hoe yang sedang membangun skuad dengan kombinasi pemain berpengalaman dan sejumlah nama muda. Persaingan dengan Indonesia menjadi salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan Malaysia menuju laga puncak.
Ab Ghani menilai setiap turnamen harus dihadapi dengan standar dan target setinggi mungkin. Karena itu, mencapai final menjadi sasaran yang ingin diwujudkan Malaysia pada FIFA ASEAN Cup edisi pertama. Meski demikian, ia menekankan bahwa penampilan para pemain dalam setiap pertandingan tetap menjadi perhatian utama. Menang dan kalah dinilai sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sepak bola sehingga hasil akhir tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran perkembangan tim. Malaysia diharapkan mampu menunjukkan permainan kompetitif menghadapi seluruh lawan di fase grup. Federasi juga percaya pemain yang dipilih merupakan pilihan terbaik yang tersedia untuk menghadapi turnamen tersebut.
Persaingan Grup A diperkirakan berlangsung ketat karena hanya juara grup yang berhak melaju ke final. Format tersebut membuat setiap pertandingan memiliki pengaruh besar terhadap peluang masing-masing tim. Indonesia sebagai tuan rumah akan memulai perjalanan dengan menghadapi Singapura pada 25 September 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Setelah itu, Indonesia dijadwalkan berhadapan langsung dengan Malaysia pada 28 September pukul 19.30 WIB. Garuda kemudian menutup fase grup menghadapi Bangladesh pada 1 Oktober. Pertemuan Indonesia dan Malaysia berpotensi menjadi salah satu pertandingan penting dalam menentukan posisi teratas Grup A.
Tan Cheng Hoe sebelumnya mengakui Indonesia menjadi salah satu tim yang mendapat perhatian khusus menjelang turnamen. Menurutnya, status tuan rumah memberikan keuntungan tersendiri kepada skuad Garuda, terutama karena mendapatkan dukungan langsung dari suporter. Malaysia juga harus menghadapi Singapura dalam pertandingan yang memiliki sejarah rivalitas panjang di kawasan Asia Tenggara. Bangladesh tidak dianggap sebagai lawan yang dapat dipandang sebelah mata karena memiliki potensi memberikan tekanan kepada tiga tim ASEAN lainnya. Padatnya jadwal dengan tiga pertandingan dalam waktu sekitar satu pekan turut membuat kedalaman skuad menjadi faktor penting. Rotasi pemain kemungkinan diperlukan untuk menjaga kondisi tim sepanjang fase grup.
Malaysia menyiapkan 23 pemain untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026. Sejumlah pemain yang menjadi perhatian antara lain Bergson Da Silva, Manuel Hidalgo dan Brad Tapp. Bergson dan Hidalgo merupakan pemain naturalisasi, sedangkan Tapp memiliki latar belakang keturunan Australia. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya Tan Cheng Hoe membentuk tim yang mampu bermain kompetitif sepanjang turnamen. Pelatih Malaysia tersebut dikenal mengutamakan permainan menyerang, tetapi tetap menekankan pentingnya keseimbangan ketika menghadapi lawan dengan kualitas tinggi. FIFA ASEAN Cup juga menjadi kesempatan bagi staf pelatih untuk mengukur perkembangan skuad menuju agenda internasional berikutnya.
Indonesia sendiri akan memasuki turnamen dengan status tuan rumah Divisi 1 dan berada di bawah arahan John Herdman. Pertandingan Grup A akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sedangkan Grup B dimainkan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina dan Pakistan yang juga akan memperebutkan satu tempat di final. Juara Grup A nantinya bertemu juara Grup B dalam pertandingan perebutan gelar. Sementara dua tim yang menempati posisi kedua masing-masing grup akan bertanding dalam perebutan tempat ketiga. Format tersebut membuat konsistensi menjadi sangat penting karena tidak tersedia babak semifinal.
FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan edisi pertama turnamen regional baru yang diselenggarakan FIFA dan melibatkan 14 negara dalam dua divisi. Divisi 1 berlangsung di Indonesia, sementara pertandingan Divisi 2 dimainkan di Hong Kong. Keseluruhan turnamen dijadwalkan berlangsung mulai 24 September hingga 5 Oktober 2026. Delapan negara berkompetisi di Divisi 1, sedangkan enam peserta lainnya bertanding di Divisi 2. Pertandingan final Divisi 1 dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 5 Oktober pukul 20.00 WIB. Sebelumnya, pertandingan perebutan tempat ketiga akan dimainkan di stadion yang sama pada pukul 16.00 WIB.
Target Malaysia mencapai final membuat persaingan Grup A semakin menarik karena Indonesia juga memiliki kepentingan besar untuk meraih hasil maksimal di kandang sendiri. Pertemuan kedua negara pada 28 September berpotensi memberikan pengaruh besar terhadap perjalanan mereka di turnamen. Singapura dan Bangladesh pada saat yang sama dapat mengubah peta persaingan apabila mampu mengambil poin dari dua tim tersebut. Malaysia memilih tetap optimistis tanpa mengabaikan kekuatan setiap lawan yang akan dihadapi. Bagi Harimau Malaya, turnamen ini juga menjadi kesempatan membangun kembali kepercayaan diri dan memberikan pengalaman kompetitif kepada skuad. Hasil tiga pertandingan fase grup pada akhirnya akan menentukan apakah target Malaysia mencapai final FIFA ASEAN Cup 2026 dapat diwujudkan.