Jakarta, 10 Mei 2026 – Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum milik Pertamina dilaporkan tidak lagi menjual bahan bakar jenis Pertalite dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut memicu pertanyaan masyarakat, terutama pengguna kendaraan yang selama ini mengandalkan BBM bersubsidi tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Pihak terkait menjelaskan bahwa penghentian penjualan Pertalite di beberapa SPBU dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari penyesuaian distribusi, perubahan pola konsumsi masyarakat, hingga evaluasi terhadap penyaluran BBM subsidi agar lebih tepat sasaran.
Selain itu, ada SPBU tertentu yang disebut mengalami keterbatasan kapasitas penyimpanan sehingga memilih fokus pada jenis BBM lain dengan permintaan lebih tinggi di wilayah masing-masing. Penyesuaian operasional dilakukan berdasarkan kebutuhan pasar dan kebijakan distribusi energi yang berlaku.
Pertamina menegaskan bahwa distribusi Pertalite secara nasional masih berjalan dan masyarakat tetap dapat memperoleh BBM tersebut di SPBU lain yang tersedia. Perusahaan juga menyebut pemantauan distribusi terus dilakukan agar pasokan energi bagi masyarakat tetap aman dan terkendali.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong penataan penyaluran BBM subsidi agar lebih efisien dan tepat sasaran. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga beban subsidi energi sekaligus memastikan kelompok masyarakat yang berhak tetap mendapatkan akses bahan bakar dengan harga terjangkau.
Sejumlah pengamat energi menilai perubahan distribusi Pertalite di beberapa SPBU dapat terjadi karena dinamika konsumsi dan strategi operasional perusahaan. Namun mereka juga mengingatkan pentingnya transparansi informasi kepada masyarakat agar tidak memunculkan kebingungan di lapangan.
Meski beberapa SPBU tidak lagi menyediakan Pertalite, pemerintah memastikan kebutuhan BBM nasional masih dalam kondisi aman. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi terkait distribusi bahan bakar dan menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan agar konsumsi energi lebih efisien dan ramah lingkungan.