Jakarta, 11 Mei 2026 – Sebuah pesawat milik Turkish Airlines dilaporkan mengalami insiden kebakaran saat proses pendaratan di Nepal. Peristiwa tersebut langsung memicu kepanikan penumpang dan petugas bandara, namun proses evakuasi disebut berlangsung cepat untuk mencegah korban lebih besar.
Menurut laporan awal, api terlihat muncul dari bagian tertentu pesawat sesaat setelah pesawat menyentuh landasan. Petugas pemadam kebakaran bandara segera bergerak menuju lokasi guna mengendalikan situasi dan memastikan api tidak menyebar lebih luas.
Sejumlah penumpang dilaporkan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat melalui prosedur darurat. Otoritas bandara dan maskapai penerbangan masih melakukan pendataan terkait jumlah penumpang serta kondisi kru pesawat setelah insiden tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti munculnya kebakaran masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang. Tim teknis dan otoritas penerbangan Nepal disebut telah melakukan pemeriksaan terhadap pesawat guna mengetahui sumber masalah yang memicu insiden tersebut.
Peristiwa ini sempat menyebabkan gangguan operasional di bandara karena sebagian area landasan harus diamankan sementara waktu. Beberapa jadwal penerbangan dilaporkan mengalami penundaan selama proses penanganan dan investigasi berlangsung.
Insiden pesawat terbakar saat mendarat menjadi perhatian serius dalam dunia penerbangan karena berkaitan langsung dengan keselamatan penumpang dan kru. Pakar aviasi menilai prosedur evakuasi cepat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko korban saat keadaan darurat terjadi.
Pihak Turkish Airlines disebut akan bekerja sama penuh dengan otoritas Nepal untuk mendukung proses investigasi. Maskapai juga memastikan penanganan terhadap para penumpang terdampak akan dilakukan sesuai prosedur keselamatan dan pelayanan yang berlaku.
Hingga berita ini berkembang, kondisi di bandara Nepal disebut mulai berangsur normal meski investigasi masih terus dilakukan. Otoritas penerbangan mengimbau masyarakat menunggu hasil resmi penyelidikan dan tidak berspekulasi terkait penyebab insiden sebelum ada keterangan final dari pihak berwenang.