Jakarta, 19 September 2026 – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertemu Wali Kota New York Zohran Mamdani dalam rangkaian kunjungannya ke Amerika Serikat. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dengan pembicaraan yang tidak langsung masuk pada persoalan formal pemerintahan. Pramono memilih membuka percakapan dengan membahas olahraga basket yang menjadi salah satu kegemaran Mamdani. Topik tersebut menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi sebelum keduanya membicarakan berbagai potensi hubungan antara Jakarta dan New York. Pertemuan dua pemimpin kota tersebut juga dimanfaatkan untuk bertukar pandangan mengenai pengelolaan kawasan perkotaan. Jakarta melihat New York sebagai salah satu kota global yang memiliki pengalaman panjang menghadapi berbagai persoalan metropolitan.
Pembicaraan mengenai basket muncul karena olahraga tersebut memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat New York. Pramono menggunakan topik olahraga untuk mencairkan suasana sekaligus menemukan kesamaan yang dapat memperkuat komunikasi personal dengan Mamdani. Percakapan kemudian berkembang ke berbagai isu yang berkaitan dengan kehidupan perkotaan. Keduanya membahas tantangan yang dihadapi kota besar dengan jumlah penduduk tinggi dan aktivitas ekonomi yang padat. Transportasi publik, ruang perkotaan dan pelayanan masyarakat menjadi bagian dari persoalan yang relevan bagi kedua kota. Pertemuan tersebut membuka kesempatan bagi Jakarta untuk mempelajari pendekatan yang diterapkan New York.
Pramono menilai Jakarta tengah menjalani transformasi besar setelah tidak lagi hanya diposisikan sebagai pusat pemerintahan nasional. Pemerintah Provinsi DKI ingin memperkuat Jakarta sebagai kota global yang mampu bersaing dengan berbagai metropolitan dunia. Untuk mencapai tujuan tersebut, hubungan internasional antarkota dinilai memiliki peran penting dalam pertukaran pengalaman dan pengetahuan. New York memiliki pengalaman dalam pengelolaan transportasi, ekonomi kreatif, ruang publik dan pembangunan perkotaan yang dapat menjadi bahan pembelajaran. Jakarta pada saat yang sama memiliki pengalaman tersendiri dalam mengelola kota dengan karakter masyarakat yang sangat beragam. Kerja sama antarkota diharapkan memberikan manfaat bagi kedua pihak.
Selain isu perkotaan, olahraga juga dinilai dapat menjadi salah satu jalur untuk mempererat hubungan masyarakat Jakarta dan New York. Basket memiliki basis penggemar yang besar di kedua kota dan berpotensi dikembangkan melalui kegiatan olahraga maupun pertukaran pengalaman. Jakarta sendiri telah beberapa kali menjadi tuan rumah kompetisi basket internasional dan terus mengembangkan fasilitas olahraga. Pertemuan dengan Mamdani membuka ruang pembicaraan mengenai kemungkinan kolaborasi yang lebih luas pada masa mendatang. Namun, pembicaraan tersebut masih berada pada tahap penjajakan dan belum menghasilkan kesepakatan teknis tertentu. Kedua pihak terlebih dahulu membangun komunikasi untuk melihat bidang yang dapat dikembangkan bersama.
Kunjungan Pramono ke Amerika Serikat juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional Jakarta. Pemerintah provinsi ingin meningkatkan posisi Jakarta dalam forum kota-kota dunia sekaligus membuka peluang kerja sama yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Pertukaran pengalaman mengenai transportasi, penataan kota, lingkungan dan ekonomi menjadi beberapa bidang yang dapat dikembangkan. Pramono menilai tantangan kota besar tidak dapat diselesaikan hanya dengan melihat pengalaman domestik. Pembelajaran dari kota lain dapat membantu mempercepat penerapan kebijakan yang telah terbukti efektif dengan tetap disesuaikan dengan kondisi Jakarta. Hubungan dengan New York menjadi salah satu bagian dari pendekatan tersebut.
Pertemuan Pramono dan Mamdani diharapkan menjadi awal komunikasi yang lebih intensif antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota New York. Pembicaraan ringan mengenai basket menunjukkan diplomasi antarkota dapat dimulai dari kesamaan minat sebelum berkembang menuju kerja sama yang lebih konkret. Jakarta selanjutnya dapat mengidentifikasi bidang yang memiliki peluang terbesar untuk dikerjakan bersama. Setiap bentuk kerja sama tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan masing-masing kota. Pramono berharap hubungan internasional Jakarta dapat memberikan manfaat nyata dalam proses transformasi menuju kota global. Pertemuan tersebut sekaligus memperluas jaringan Jakarta dengan salah satu pusat ekonomi dan kebudayaan terbesar dunia.