Jakarta, 26 September 2026 –
Tim bulu tangkis Malaysia memiliki sentuhan kuat pelatih asal Indonesia dalam perjalanan mereka di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Setidaknya tiga nama asal Indonesia berada dalam struktur kepelatihan Negeri Jiran, yakni Rexy Mainaky, Herry Iman Pierngadi atau Herry IP, serta Harry Hartono. Ketiganya memiliki tanggung jawab berbeda mulai dari mengarahkan sektor ganda hingga menangani tunggal putra. Kehadiran mereka memperlihatkan kepercayaan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia terhadap pengalaman pelatih Indonesia dalam mengembangkan pemain di level internasional. Meski demikian, Malaysia belum memperoleh hasil maksimal pada nomor beregu setelah tim putra dan putrinya sama-sama berhenti di perempat final Asian Games 2026.
Nama paling menonjol adalah Rexy Mainaky yang saat ini memegang peran penting dalam struktur kepelatihan Malaysia. Mantan pebulu tangkis Indonesia tersebut kembali bergabung dengan sistem kepelatihan Malaysia pada 2021 setelah sebelumnya pernah bekerja di negara itu pada periode terdahulu. Dalam struktur terkini, Rexy bertanggung jawab sebagai direktur kepelatihan sektor ganda nasional Malaysia. Ia mengawasi pengembangan sektor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran sekaligus terlibat dalam persiapan menuju Asian Games 2026. Sebelum kompetisi berlangsung, Rexy menyatakan Malaysia memiliki peluang mengejar emas, meskipun target awal yang dipasang secara realistis adalah medali perak dan perunggu.
Pengalaman Rexy memang menjadi salah satu modal penting bagi Malaysia. Ketika masih menjadi pemain, ia bersama Ricky Subagja merupakan salah satu pasangan ganda putra Indonesia yang memiliki rekam jejak besar di tingkat internasional. Setelah beralih menjadi pelatih, Rexy juga memiliki pengalaman bekerja di sejumlah negara dan pernah menangani Malaysia pada periode sebelumnya. Salah satu pencapaiannya adalah membantu perkembangan pasangan Koo Kien Keat dan Tan Boon Heong yang kemudian meraih emas Asian Games Doha 2006. Pengalaman panjang sebagai pemain dan pelatih membuat Rexy kini tidak hanya berurusan dengan aspek teknik, tetapi juga koordinasi program dan kesiapan mental pemain Malaysia menghadapi turnamen besar.
Pelatih Indonesia kedua adalah Herry Iman Pierngadi yang menangani sektor ganda putra Malaysia. Pelatih yang akrab disapa Herry IP itu resmi bergabung dengan BAM pada 1 Februari 2025 setelah sebelumnya memiliki perjalanan panjang bersama Pelatnas PBSI. Malaysia mengikat Herry dengan kontrak empat tahun dan mempercayakan kepadanya sektor yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama negara tersebut. Menjelang Asian Games 2026, Herry juga melakukan sejumlah penyesuaian pasangan untuk mencari komposisi terbaik. Salah satu pasangan yang mendapat perhatian adalah Aaron Chia-Tee Kai Wun yang dipersiapkan dalam upaya Malaysia mengejar prestasi di Aichi-Nagoya.
Nama ketiga adalah Harry Hartono yang mendapatkan tanggung jawab di sektor tunggal putra. Harry mulai bertugas bersama Malaysia pada 1 Februari 2026 setelah sebelumnya menjadi bagian dari jajaran kepelatihan tunggal putra Indonesia. Kehadirannya merupakan bagian dari upaya BAM memperkuat sektor tunggal putra yang membutuhkan peningkatan konsistensi untuk bersaing dengan negara-negara papan atas. Dibandingkan Rexy dan Herry IP, masa kerja Harry bersama Malaysia memang masih relatif singkat ketika Asian Games 2026 berlangsung. Karena itu, perkembangan pemain di bawah arahannya masih membutuhkan waktu sebelum hasil program kepelatihannya dapat dinilai secara lebih menyeluruh.
Pada nomor beregu Asian Games 2026, Malaysia harus menghadapi persaingan berat. Tim putra berhasil melewati Mongolia dengan kemenangan 3-0 sebelum berhadapan dengan Indonesia pada babak perempat final. Rexy sebelumnya meminta para pemain Malaysia membawa semangat pantang menyerah ketika menghadapi Indonesia yang menjadi salah satu kekuatan utama dalam turnamen. Namun, langkah Malaysia akhirnya terhenti pada fase tersebut, sementara tim putri juga tersingkir di perempat final setelah menghadapi Korea Selatan. Hasil itu membuat Malaysia tidak memperoleh medali dari nomor beregu dan harus mengalihkan perhatian pada persaingan nomor individu.
Keberadaan Rexy Mainaky, Herry IP, dan Harry Hartono sekaligus memperlihatkan panjangnya hubungan antara bulu tangkis Indonesia dan Malaysia di luar rivalitas yang terjadi di lapangan. Pengalaman pelatih Indonesia masih dipandang bernilai dalam pembangunan tim nasional Malaysia, terutama karena ketiganya membawa latar belakang serta spesialisasi berbeda. Rexy memiliki peran strategis dalam mengarahkan sektor ganda, Herry IP berkonsentrasi membangun kekuatan ganda putra, sedangkan Harry mendapat tugas meningkatkan kualitas tunggal putra. Hasil Asian Games 2026 tentu menjadi salah satu bahan evaluasi bagi jajaran kepelatihan tersebut setelah nomor beregu belum menghasilkan medali. Perjalanan ketiga pelatih Indonesia itu bersama Malaysia pun tetap menarik diikuti karena program mereka tidak hanya diarahkan untuk satu turnamen, tetapi juga pengembangan kekuatan bulu tangkis Negeri Jiran dalam jangka lebih panjang.