Jakarta, 1 Mei 2026 – Fraksi Partai Golongan Karya di parlemen meminta pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar para pekerja tidak tertinggal di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Permintaan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional, yang menjadi ajang refleksi terhadap kondisi ketenagakerjaan di Indonesia.
Menurut Fraksi Golkar, perkembangan teknologi dan digitalisasi telah mengubah pola kerja di berbagai sektor. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan dan kompetensi pekerja menjadi hal yang sangat penting.
“Negara harus hadir dalam memastikan tenaga kerja memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” ujar perwakilan fraksi.
Selain pelatihan keterampilan, pemerintah juga didorong untuk memperluas akses pendidikan vokasi serta program peningkatan kapasitas tenaga kerja. Hal ini dinilai dapat membantu pekerja beradaptasi dengan perubahan pasar kerja.
Pengamat ketenagakerjaan menilai bahwa transformasi digital memang menuntut perubahan besar dalam dunia kerja. Pekerja yang tidak mampu beradaptasi berisiko tertinggal.
Di sisi lain, perlindungan terhadap hak-hak buruh juga tetap menjadi perhatian. Keseimbangan antara peningkatan kompetensi dan jaminan kesejahteraan dinilai perlu dijaga.
Fraksi Golkar berharap adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif.
Dengan peningkatan kualitas SDM, diharapkan tenaga kerja Indonesia dapat bersaing di tingkat global sekaligus menghadapi tantangan masa depan dengan lebih siap.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa buruh tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di era perubahan yang terus berlangsung.