Jakarta, 1 Mei 2026 – Pertanyaan mengenai apakah mobil listrik bisa didorong saat mogok kerap muncul di masyarakat, seiring meningkatnya penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Banyak yang mengira kendaraan listrik tidak dapat diperlakukan seperti mobil konvensional saat mengalami gangguan.
Menurut pakar otomotif, mobil listrik seperti Tesla Model 3 pada dasarnya tidak dianjurkan untuk didorong sembarangan ketika mogok. Hal ini berkaitan dengan sistem penggerak listrik dan mekanisme transmisi yang berbeda dari kendaraan berbahan bakar bensin.
Mobil listrik menggunakan motor listrik yang terhubung langsung dengan roda, sehingga mendorong kendaraan tanpa prosedur yang tepat dapat berisiko merusak komponen internal. Selain itu, beberapa mobil listrik memiliki sistem penguncian roda otomatis saat mati total.
“Jika tidak mengikuti prosedur, mendorong mobil listrik bisa menyebabkan kerusakan pada sistem,” ujar seorang ahli otomotif.
Sebagai alternatif, produsen biasanya menyarankan penggunaan mode khusus seperti “neutral” atau “tow mode” sebelum kendaraan dipindahkan. Dalam beberapa kasus, mobil listrik lebih aman dipindahkan menggunakan mobil derek.
Meski demikian, bukan berarti mobil listrik tidak bisa dipindahkan sama sekali. Dengan prosedur yang benar sesuai panduan pabrikan, kendaraan tetap dapat digeser dalam kondisi darurat.
Pengamat otomotif menilai bahwa pemahaman masyarakat terhadap teknologi kendaraan listrik masih perlu ditingkatkan. Edukasi mengenai cara penanganan saat darurat menjadi hal penting seiring meningkatnya penggunaan mobil listrik.
Selain itu, perkembangan teknologi kendaraan listrik juga terus dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kemudahan penggunaan, termasuk dalam kondisi darurat.
Dengan informasi yang tepat, pengguna mobil listrik diharapkan tidak lagi salah kaprah dan dapat menangani situasi mogok dengan aman serta sesuai prosedur.