Jakarta, 26 Mei 2026 – Pameran otomotif tahunan Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 dipastikan kembali digelar di kawasan Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Kepastian tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi mengenai kemungkinan perpindahan lokasi ajang otomotif terbesar di Indonesia tersebut ke kawasan lain. Penyelenggara memastikan GIIAS 2026 akan berlangsung mulai akhir Juli hingga awal Agustus dengan menghadirkan lebih banyak peserta serta inovasi teknologi kendaraan terbaru dari berbagai produsen otomotif dunia. Tahun ini, perhatian publik semakin besar karena akan ada enam merek baru yang melakukan debut perdana di ajang tersebut. Kehadiran brand baru dinilai menjadi sinyal bahwa pasar otomotif Indonesia masih dianggap sangat potensial di tengah persaingan kendaraan konvensional dan elektrifikasi yang semakin ketat.
Pihak penyelenggara menyebut GIIAS 2026 mengusung tema yang berfokus pada teknologi masa depan dan transformasi industri otomotif global. Selain menghadirkan kendaraan terbaru, pameran ini juga akan menampilkan berbagai inovasi elektrifikasi, sistem keselamatan modern, hingga pengembangan kendaraan berbasis kecerdasan buatan. Sejumlah merek baru yang dipastikan hadir antara lain berasal dari segmen kendaraan listrik, kendaraan niaga, hingga kendaraan rekreasi modern yang mulai berkembang di pasar Asia Tenggara. Kehadiran mereka diperkirakan akan semakin meramaikan persaingan industri otomotif nasional yang dalam beberapa tahun terakhir didominasi oleh tren kendaraan ramah lingkungan. Penyelenggara juga menargetkan jumlah peserta dan pengunjung meningkat dibanding tahun sebelumnya seiring pulihnya daya beli masyarakat dan meningkatnya minat terhadap teknologi otomotif baru.
Enam merek baru yang disebut siap tampil perdana di GIIAS 2026 antara lain BAW, Changan, iCar, Leapmotor, Farizon, dan Can-Am. Sebagian besar nama tersebut dikenal sebagai pemain yang tengah agresif mengembangkan kendaraan listrik dan teknologi mobilitas modern di pasar global. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Indonesia mulai dipandang sebagai salah satu pasar strategis untuk pengembangan industri otomotif masa depan, terutama karena pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik yang terus meningkat. Pengamat otomotif menilai persaingan baru ini akan memberi lebih banyak pilihan bagi konsumen Indonesia sekaligus mendorong produsen lama untuk menghadirkan inovasi yang lebih kompetitif. Selain kendaraan penumpang, beberapa brand juga diperkirakan membawa lini kendaraan niaga dan kendaraan gaya hidup yang menyasar segmen pasar baru.
Lokasi ICE BSD kembali dipilih karena dianggap memiliki kapasitas dan fasilitas yang mampu mendukung pameran berskala internasional dengan jumlah peserta besar. Kawasan tersebut selama beberapa tahun terakhir memang menjadi pusat pelaksanaan berbagai pameran otomotif nasional dan internasional karena akses yang semakin mudah serta area pameran yang luas. Penyelenggara menyebut penggunaan seluruh hall utama akan dimaksimalkan untuk menampung puluhan merek kendaraan, industri pendukung, serta area interaktif bagi pengunjung. Selain peluncuran kendaraan baru, GIIAS 2026 juga diperkirakan menghadirkan area test drive, teknologi kendaraan listrik, hingga aktivitas edukasi terkait masa depan mobilitas modern. Dengan semakin besarnya minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi, area khusus EV diprediksi menjadi salah satu titik paling ramai selama pameran berlangsung.
Industri otomotif nasional menaruh harapan besar terhadap penyelenggaraan GIIAS 2026 sebagai momentum penguatan pasar dan investasi di sektor kendaraan modern. Kehadiran merek-merek baru dinilai dapat mempercepat transfer teknologi sekaligus memperluas pilihan produk bagi konsumen domestik. Pemerintah juga disebut terus mendorong pengembangan industri otomotif berbasis energi bersih agar Indonesia dapat menjadi salah satu pusat produksi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin berkembang dan tingginya antusiasme masyarakat terhadap teknologi baru, GIIAS 2026 diperkirakan kembali menjadi salah satu ajang otomotif terbesar dan paling ramai di kawasan regional. Penyelenggaraan tahun ini pun diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar otomotif yang terus berkembang di tengah perubahan besar industri kendaraan global.