Tangerang, 26 Agustus 2026 – Perjalanan Commuter Line lintas Rangkasbitung atau Green Line mengalami gangguan setelah kebakaran lahan terjadi di sekitar jalur kereta api antara Stasiun Daru dan Stasiun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Kebakaran tersebut membuat perjalanan kereta harus dilakukan dengan pengaturan khusus demi menjaga keselamatan perjalanan. KAI Commuter menyampaikan bahwa proses pemadaman api masih berlangsung ketika gangguan dilaporkan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Selama kondisi tersebut, perjalanan kereta hanya dapat melewati salah satu jalur secara bergantian di lokasi terdampak. Situasi itu menyebabkan potensi keterlambatan bagi penumpang yang menggunakan layanan Green Line, khususnya mereka yang melakukan perjalanan menuju Rangkasbitung maupun arah sebaliknya.
Kebakaran diketahui berada di dekat jalur rel yang menghubungkan kawasan Daru dan Tigaraksa. Posisi api yang berdekatan dengan lintasan kereta membuat petugas harus memastikan kondisi sekitar jalur benar-benar aman sebelum operasional dapat berjalan secara normal. Asap maupun kobaran api di sekitar rel dapat mengganggu jarak pandang dan menciptakan risiko tambahan bagi perjalanan kereta apabila tidak segera ditangani. Karena itu, KAI Commuter menerapkan pola perjalanan menggunakan satu jalur secara bergantian selama proses pemadaman berlangsung. Pengaturan tersebut dilakukan sebagai langkah kehati-hatian agar perjalanan tetap dapat berjalan sembari petugas menangani kondisi kebakaran di sekitar lokasi.
KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna atas keterlambatan yang terjadi akibat insiden tersebut. Perusahaan juga mengimbau penumpang untuk mengikuti arahan petugas yang berada di stasiun maupun sepanjang jalur perjalanan. Informasi terbaru mengenai kondisi perjalanan akan diperbarui sesuai perkembangan penanganan kebakaran di lapangan. Hingga informasi awal disampaikan, belum terdapat keterangan mengenai jumlah perjalanan yang mengalami keterlambatan maupun durasi pasti gangguan tersebut. Penumpang yang memiliki keperluan mendesak perlu memperhitungkan kemungkinan bertambahnya waktu perjalanan selama jalur masih diberlakukan sistem bergantian.
Gangguan akibat kebakaran di sekitar jalur rel bukan merupakan kejadian yang sepenuhnya baru pada lintas Rangkasbitung. Sebelumnya, pada Juli 2026, perjalanan Green Line juga sempat mengalami keterlambatan setelah kebakaran terjadi di area permukiman yang berada di sekitar jalur antara Stasiun Tenjo dan Tigaraksa. Saat itu, KAI Commuter sempat menunggu hingga jalur dinyatakan aman sebelum operasional dapat kembali dilakukan secara normal. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kebakaran yang terjadi di dekat jalur kereta dapat memberikan dampak langsung terhadap keselamatan dan kelancaran perjalanan. Kondisi lingkungan di sekitar rel menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian, terutama ketika lahan berada dalam keadaan kering dan mudah terbakar.
Pada kejadian kali ini, petugas terkait masih melakukan proses pemadaman di lokasi. Penanganan kebakaran menjadi prioritas sebelum seluruh jalur dapat digunakan tanpa pembatasan. Apabila api semakin dekat dengan jalur atau kondisi sekitar dinilai membahayakan, pengaturan perjalanan dapat kembali disesuaikan berdasarkan hasil pemeriksaan petugas. Keputusan untuk menjalankan kereta secara bergantian juga memperlihatkan bahwa keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola operasional. Perjalanan tidak hanya harus mempertimbangkan kelancaran mobilitas penumpang, tetapi juga kondisi prasarana dan lingkungan di sekitar jalur kereta.
Bagi pengguna Green Line, gangguan tersebut dapat berdampak terhadap aktivitas harian, terutama penumpang yang menggunakan KRL untuk bekerja, sekolah, maupun keperluan lainnya. Jalur Rangkasbitung merupakan salah satu layanan commuter yang menghubungkan kawasan Lebak dan Tangerang dengan wilayah Jakarta melalui lintasan Tanah Abang. Gangguan di satu titik jalur dapat memengaruhi perjalanan kereta berikutnya karena rangkaian harus menyesuaikan jadwal dan pola lintasan. Ketika satu jalur digunakan secara bergantian, waktu tunggu antarperjalanan berpotensi bertambah dibandingkan kondisi operasional normal. Oleh sebab itu, informasi berkala dari operator menjadi penting agar penumpang dapat menyesuaikan rencana perjalanan selama gangguan berlangsung.
Kebakaran lahan di sekitar jalur kereta juga menjadi pengingat mengenai pentingnya menjaga area yang berdekatan dengan prasarana transportasi. Vegetasi kering, sampah, maupun aktivitas pembakaran yang tidak terkendali dapat menjadi pemicu kebakaran yang kemudian meluas ke area di sekitar rel. Ketika api berada dekat dengan jalur kereta, penanganannya tidak hanya berkaitan dengan pemadaman, tetapi juga memastikan tidak ada dampak terhadap sistem kelistrikan dan keamanan prasarana. Pengawasan terhadap kondisi sekitar jalur perlu dilakukan secara berkelanjutan, khususnya pada periode ketika cuaca panas dan lahan lebih mudah terbakar. Pencegahan menjadi langkah penting karena gangguan terhadap transportasi massal dapat berdampak kepada ribuan penumpang yang bergantung pada layanan tersebut.
KAI Commuter terus memantau perkembangan kondisi di lokasi sambil menunggu proses pemadaman selesai. Setelah area sekitar rel dinyatakan aman, pola perjalanan diharapkan dapat kembali seperti semula secara bertahap. Namun, pemulihan operasional tetap bergantung pada hasil pemeriksaan petugas dan kondisi prasarana setelah kebakaran ditangani. Penumpang diminta tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum diperbarui karena situasi di lapangan dapat berubah selama proses penanganan berlangsung. Koordinasi antara petugas pemadam, pengelola perjalanan kereta, serta pihak terkait menjadi faktor penting agar jalur dapat kembali digunakan dengan aman.
Gangguan KRL Green Line akibat kebakaran lahan antara Daru dan Tigaraksa pada akhirnya menunjukkan bahwa kondisi lingkungan di sekitar jalur kereta dapat memengaruhi kelancaran transportasi publik. Untuk sementara, perjalanan masih dapat dilakukan dengan menggunakan satu jalur secara bergantian sambil proses pemadaman berlangsung. KAI Commuter mengutamakan keselamatan penumpang dan petugas dengan terus mengikuti perkembangan situasi sebelum mengembalikan operasional ke kondisi normal. Masyarakat yang menggunakan layanan Rangkasbitung diharapkan tetap memperhatikan informasi resmi dan mengikuti arahan petugas selama berada di stasiun maupun di dalam perjalanan. Setelah api berhasil dipadamkan dan jalur dinyatakan aman, perjalanan Green Line diharapkan dapat kembali berjalan normal tanpa gangguan lebih lanjut.