Jakarta, 8 Oktober 2026 –
Lionel Messi menjalani salah satu malam paling emosional dalam perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina. Sang kapten tampil dalam pertandingan perpisahan sebelum menutup karier internasional yang telah berlangsung lebih dari dua dekade. Di tengah suasana haru, Messi mengenang perjalanan hidup, keluarga, serta orang-orang yang mendampinginya sejak awal karier. Ia juga menyinggung mendiang ayahnya sebagai sosok penting dalam perjalanan tersebut. Bagi Messi, kesempatan mengenakan seragam Argentina menjadi salah satu hal terindah yang pernah dialaminya.
Suasana emosional sudah terasa ketika Messi memasuki lapangan dan mendapatkan sambutan dari para pendukung Argentina. Berbagai momen perjalanan kariernya bersama La Albiceleste kembali dikenang menjelang pertandingan. Messi terlihat berusaha menikmati setiap detik terakhirnya sebagai pemain tim nasional. Dukungan yang diberikan suporter membuat pertandingan tersebut memiliki arti jauh lebih besar dibandingkan sekadar hasil akhir. Setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan, kritik, kegagalan, dan akhirnya kesuksesan, Messi menutup perjalanan itu dengan penghormatan besar.
Dalam momen perpisahannya, Messi mengenang keluarga yang selalu berada di belakang perjalanan kariernya. Ia menyinggung mendiang ayahnya dan berbagai pengorbanan yang dilakukan keluarga sejak dirinya masih kecil. Perjalanan dari Rosario menuju panggung sepak bola dunia tidak terjadi dalam waktu singkat. Dukungan keluarga menjadi bagian penting ketika Messi meninggalkan Argentina pada usia muda untuk mengembangkan kariernya. Kenangan tersebut membuat perpisahan bersama tim nasional terasa semakin personal bagi pemain berjuluk La Pulga itu.
Messi juga mengungkapkan betapa besar arti membela Argentina sepanjang kariernya. Mengenakan seragam tim nasional disebut menjadi pengalaman yang sulit dibandingkan dengan pencapaian lainnya. Meski pernah menghadapi periode berat bersama La Albiceleste, ia tetap kembali dan berusaha membawa negaranya meraih gelar. Messi bahkan sempat mengumumkan mundur dari tim nasional setelah kekalahan pada final Copa America 2016. Namun, keputusan tersebut kemudian dibatalkan dan perjalanan panjangnya bersama Argentina berlanjut.
Kesabaran Messi akhirnya menghasilkan periode emas bersama Argentina. Gelar Copa America 2021 menjadi trofi senior internasional besar pertamanya bersama La Albiceleste. Kesuksesan tersebut dilanjutkan dengan gelar Finalissima pada 2022 sebelum Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Messi kemudian kembali membawa negaranya meraih Copa America 2024. Rangkaian gelar tersebut menjadi penutup manis setelah sebelumnya ia berkali-kali harus menghadapi kekecewaan di pertandingan final.
Pelatih Lionel Scaloni juga tidak mampu menyembunyikan emosinya ketika membicarakan perpisahan Messi. Scaloni menyebut kesempatan melatih sang kapten sebagai sebuah kehormatan besar dalam kariernya. Keduanya membangun hubungan penting sejak Scaloni mengambil alih Argentina dan melakukan regenerasi skuad. Messi menjadi pemimpin bagi generasi pemain yang kemudian membawa La Albiceleste kembali ke puncak sepak bola dunia. Perpisahan tersebut membuat Scaloni dan sejumlah anggota tim terlihat emosional.
Berakhirnya perjalanan Messi juga menandai dimulainya era baru bagi Argentina. Tim harus belajar bermain tanpa sosok yang selama bertahun-tahun menjadi pusat kreativitas sekaligus pemimpin di lapangan. Para pemain muda kini akan mendapatkan tanggung jawab lebih besar untuk menjaga prestasi La Albiceleste. Scaloni memiliki pekerjaan untuk mempertahankan identitas permainan sekaligus menyesuaikan strategi setelah kepergian sang kapten. Warisan Messi, bagaimanapun, akan tetap menjadi bagian penting dalam perkembangan generasi berikutnya.
Laga perpisahan itu akhirnya menjadi kesempatan bagi Messi untuk mengenang seluruh perjalanan yang telah dilaluinya bersama Argentina. Dari seorang pemain muda yang memikul ekspektasi besar hingga menjadi kapten yang mengangkat trofi Piala Dunia, perjalanan tersebut dipenuhi berbagai perubahan emosi. Kenangan terhadap keluarga, mendiang ayah, rekan setim, pelatih, dan para pendukung menjadi bagian dari salam terakhirnya. Messi meninggalkan tim nasional setelah meraih hampir seluruh pencapaian terbesar yang dapat diraih seorang pesepak bola internasional. Bagi sang legenda, membela Argentina tetap menjadi salah satu bagian paling indah dalam perjalanan hidup dan kariernya.