Jakarta, 7 September 2026 – Shenina Cinnamon mulai kembali menjalani aktivitas di dunia hiburan setelah mengambil waktu untuk fokus pada masa pemulihan dan mengurus anak pertamanya bersama Angga Yunanda. Momen awal September 2026 menjadi pengalaman pertama Shenina meninggalkan putranya, Segara Nadi Aksatama, untuk bekerja sejak melahirkan pada 20 Juli 2026. Meski hanya berpisah dalam waktu relatif singkat, aktris berusia 27 tahun itu mengaku mengalami perasaan campur aduk dan sempat merasa gugup. Perubahan besar setelah menjadi ibu membuat aktivitas profesional yang sebelumnya terasa biasa kini membutuhkan persiapan berbeda. Beruntung, kehadiran Angga sebagai ayah membuat Shenina merasa lebih tenang ketika harus menjalankan pekerjaannya.
Melalui unggahan di Threads, Shenina menceritakan pengalaman tersebut kepada para pengikutnya. Ia mengaku deg-degan karena untuk pertama kalinya harus meninggalkan Segara setelah selama beberapa pekan hampir selalu berada di dekat sang buah hati. Shenina tetap ingin menjalankan pekerjaan secara profesional, tetapi pada saat yang sama kebutuhan putranya menjadi prioritas utama. Kondisi tersebut membuatnya menyusun jadwal dengan lebih hati-hati agar waktu bekerja tidak terlalu lama memisahkannya dari Segara. Pengalaman itu sekaligus menjadi proses adaptasi baru bagi Shenina sebagai seorang ibu yang mulai kembali menjalani kegiatan di luar rumah.
Untuk mempermudah proses tersebut, Shenina bahkan menyewa kamar hotel yang lokasinya dekat dengan tempat acara berlangsung. Keputusan itu dibuat agar dirinya dapat segera kembali menemui Segara begitu pekerjaannya selesai. Shenina juga masih memberikan ASI secara langsung atau direct breastfeeding sehingga jarak antara lokasi bekerja dan tempat Segara menunggu menjadi pertimbangan penting. Sebelum berangkat menuju acara, ia lebih dahulu menyusui putranya dan memastikan Segara sudah tertidur. Setelah kondisi anak dirasa nyaman, barulah Shenina meninggalkan kamar untuk menuju lokasi pekerjaannya.
Kekhawatiran Shenina perlahan berkurang karena Segara ternyata cukup kooperatif selama ditinggal bekerja. Sang bayi disebut tidur hampir sepanjang waktu ketika ibunya berada di acara. Selama periode tersebut, Angga mengambil peran penuh dalam menjaga dan menemani putranya. Shenina mengaku lega mengetahui Segara dapat tetap tenang bersama sang ayah tanpa mengalami masalah berarti. Situasi tersebut membuat dirinya dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih fokus meskipun pikirannya tetap tertuju kepada anak yang menunggu di kamar.
Begitu acara selesai, Shenina langsung bergegas kembali menuju kamar untuk menemui Segara. Momen kepulangannya terasa semakin tepat karena sang putra kemudian terbangun dan dapat kembali menyusu secara langsung. Shenina menggambarkan pengalaman tersebut sebagai salah satu momen yang membuatnya bersyukur karena rencana yang telah dipersiapkan berjalan lancar. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Segara yang dinilainya sangat pengertian selama ibunya bekerja. Pengalaman pertama tersebut memberikan gambaran bahwa Shenina mulai menemukan pola yang memungkinkan dirinya menjalani pekerjaan sekaligus tetap memberikan perhatian besar kepada sang anak.
Perhatian khusus juga diberikan Shenina kepada Angga yang dinilainya sigap menjalankan peran sebagai ayah. Ketika Shenina berada di lokasi acara, Angga tidak sekadar menemani, tetapi mengambil tanggung jawab menjaga Segara secara penuh. Sang bayi bahkan dapat tidur dengan nyaman selama berada bersama ayahnya. Kondisi itu membuat Shenina semakin percaya diri ketika harus kembali menjalani pekerjaan berikutnya. Kerja sama tersebut menjadi bagian penting dari adaptasi pasangan itu setelah memasuki kehidupan baru sebagai orang tua.
Shenina dan Angga resmi menikah pada 10 Februari 2025 dan mengumumkan kehamilan pertama mereka tepat pada ulang tahun pertama pernikahan pada Februari 2026. Perjalanan kehamilan Shenina tidak sepenuhnya mudah karena ia sempat mengalami hiperemesis gravidarum yang menyebabkan mual dan muntah berat. Kondisi tersebut membuatnya beberapa kali harus menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk rawat inap. Memasuki trimester ketiga, kondisinya berangsur membaik sehingga Shenina mulai dapat kembali beraktivitas dan menikmati berbagai kegiatan menjelang kelahiran. Perjalanan panjang tersebut akhirnya berujung pada kelahiran Segara Nadi Aksatama pada 20 Juli 2026.
Proses persalinan juga menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi Shenina dan Angga. Sebelum Segara lahir, Shenina harus melewati kontraksi yang berlangsung selama sekitar 13 hari. Angga kemudian menceritakan perjuangan istrinya menghadapi proses panjang tersebut dan menyampaikan apresiasi atas keteguhan Shenina. Shenina akhirnya melahirkan secara alami dan dapat langsung menjalani Inisiasi Menyusu Dini bersama putranya. Pasangan tersebut memilih menikmati hari-hari pertama kelahiran secara privat sebelum mengumumkan kehadiran Segara kepada publik pada akhir Juli 2026.
Setelah menjadi ibu, prioritas Shenina kini mengalami penyesuaian meskipun dirinya tetap ingin berkarya di industri hiburan. Kembalinya ia bekerja tidak dilakukan dengan meninggalkan seluruh kebutuhan pengasuhan kepada orang lain. Sebaliknya, Shenina dan Angga mencoba membangun pembagian peran yang memungkinkan keduanya tetap menjalankan aktivitas masing-masing sekaligus hadir dalam tumbuh kembang Segara. Pengalaman pertama bekerja setelah melahirkan menjadi salah satu ujian awal terhadap pola tersebut. Kesigapan Angga menjaga anak memberikan dukungan penting bagi Shenina ketika perlahan kembali menjalani rutinitas profesional.
Kembalinya Shenina Cinnamon ke dunia hiburan pada akhirnya membuka fase baru dalam perjalanan karier dan kehidupan pribadinya. Ia kini tidak hanya menjalani peran sebagai aktris, tetapi juga sebagai ibu yang harus mempertimbangkan kebutuhan anak dalam setiap aktivitasnya. Persiapan dengan memilih lokasi menginap dekat tempat bekerja, memberikan ASI sebelum acara, hingga segera kembali setelah pekerjaannya selesai menjadi cara Shenina menyesuaikan dua tanggung jawab tersebut. Dukungan Angga Yunanda yang sigap menjaga Segara turut membuat proses transisi itu berjalan lebih nyaman. Pengalaman tersebut menjadi awal bagi Shenina untuk menemukan keseimbangan baru antara keluarga kecilnya dan karier yang kembali dijalani setelah melahirkan.